
DALAM ISLAM
DI TITIK BERATKAN DALAM SOAL MEMILIH PEMIMPIN
BAIK DARI SEGI MEMILIH PEMIMPIN RUMAH TANGGA HINGGA
KEPERINGKAT PEMIMPIN BAGI SESEBUAH NEGARA ,.,.
ATAU PEMIMPIN BAGI SESUATU KAUM ATAU BANGSA,.,. SEBAGAI MANA PENJELASAN AYAT QURAN DAN JUA PANDAGAN ULAMAK TENTANG PEMILIHAN PREMIMPIN ,.,.
Salah satu bagian dari topik kepemimpinan yang banyak dibahas dalam al-Quran adalah soal memilih non Muslim bagi kaum Muslimin. Al-Quran telah memberikan begitu banyak tuntunan dan petunjuk bagi kaum Muslimin agar tepat dalam memilih figur seorang pemimpin.
Al-Quran dengan sangat benderang saat menjelaskan larangan memilih pemimpin non Muslim ini. Tidak cukup dengan kalimat bernada anjuran, ayat-ayat yang menjelaskan soal ini bahkan disampaikan dengan bahasa perintah dan larangan yang sangat tegas. Tidak hanya sampai di sana, beberapa ayat bahkan disertai dengan ancaman yang sangat serius bagi yang melanggarnya. Kesepakatan para ulama salaf dalam memahami ayat-ayat tersebut juga menunjukkan bahwa ayat-ayat tentang larangan memilih pemimpin non Muslim bagi kaum Muslimin telah menunjukkan derajat mutawattir (disepakati), sehingga tidak muncul perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan mereka. Jikapun ada beberapa pendapat yang berbeda yang membolehkan memilih pemimpin non Muslim, itu umumnya difatwakan oleh generasi muta’akhirin saat ini, bukan dari kalangan ulama salaf. Karena itu, pemahaman demikian biasanya hanya dipandang sebagai pemahaman yang nyeleneh (syadz) di kalangan para ulama ahli fiqh, bahkan batil. Fakta-fakta ini sekali lagi, memperlihatkan bahwa persoalan memilih pemimpin itu merupakan salah satu persoalan yang dipandang sangat penting dalam pandangan Islam.
Karena memilih pemimpin itu tidak hanya mencakup dimensi duniawi, lebih dari itu juga memiliki dimensi akidah (ukhrowi). Karenanya, tidak selayaknya seorang Muslim masih menggunakan dasar dan acuan lain selain yang telah jelas dan tegas disebutkan dalam kitab sucinya al-Quran, jika mereka benar-benar mengaku orang yang beriman.
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara- saudaramu menjadi WALI (pemimpin/pelindung) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka WALI, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS: At-Taubah [9]: 23)Dari beberapa ayat di atas, Allah Subhanahu Wata’ala menggunakan pilihan kata pemimpin dengan kata WALI. Padahal ada begitu banyak padanan kata pemimpin dalam bahasa arab selain kata wali. Misalnya kata Aamir, Raa’in, Haakim, Qowwam, Sayyid dsb. Mengapa Allah gunakan pilihan kata pemimpin dalam tersebut dengan kata WALI?
DARI SINI PENCERAHAN TENTANG PENGANGKATAN ANWAR IBRAHIM SEBAGAI PERDANA MENTERI MALAYSIA TAK MENEPATI SEBAGAI MANA AYAT QURAN DAN HADIS ,.,.
SEBAGAI MANA DAPAT KITA LIHAT PEMIMPIN REFORMASI INI BERKEPERIBADIAN YANG AGAK KURANG BAIK DALAM DIRI NYA HINGGA PIMPINAN DI BAWAH KELUARGA NYA ,.,.
SEBAGAI MANA KITA SEMUA KETAHUI BAHAWA ANAK ANAK NYA SENDIRI PUN TAK MENDAPAT APA YANG DI INGGINI INIKAN PULA NAK DI PENUHI IMPIAN RAKYAT MALAYSIA SEBAGAI MANA TUN MAHADIR MUHAMAT HARI INI SEBAGAI PEMIMPIN MALAYSIA,.,.
DARI SINI PENCERAHAN TENTANG PEMILIHAN PEMIMPIN MAKA JELAS BAHAWA TUN MAHADIR ATAU NAJIB LEBIH BERKELAKAN DARI ANWAR IBRAHIM ,.,. SEBAGAI MANA PEMCERAHAN BENTUK KEPERIBADIAN DA;LAM PIMPINAN NYA DAN AHLAK NYA SEORANG YANG PERNAH HIDUP DALAM TAHANAN DAN SEBAGAI ,.,.,.,.,.,. WALLAHUAKLAM BISSAWAB.,,.
No comments:
Post a Comment